Showing posts with label Artikel Mengenai Karpet. Show all posts
Showing posts with label Artikel Mengenai Karpet. Show all posts
Menata karpet memang mudah, tetapi ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan agar lebih menarik dan tepat sasaran.

1. Tema dan ukuran. Ini sangat penting diperhatikan. Tema ruang berkaitan dengan pilihan bentuk, warna, dan motif karpet. Misalnya, jika Anda menginginkan penataan bergaya klasik, sebaiknya pilih karpet bertema klasik.

2. Ukuran dan fungsi ruang. Ukuran ruang berpengaruh terhadap ukuran karpet. Perbandingan ukuran yang terlalu jauh --ruang terlalu besar-karpet terlalu kecil, atau sebaliknya-- dapat memberi kesan njomplang alias tak seimbang.

Jadi, seandainya Anda memiliki ruang keluarga berukuran 4mx5m, Anda dapat menggunakan karpet dengan ukuran 160cmx240cm. Jika ukuran ruang lebih kecil, gunakan karpet ukuran 140cmx200cm. Fungsi karpet tak boleh dilupakan. Untuk menutup keseluruhan lantai, pilih karpet polos atau karpet yang memiliki sedikit motif. Jika karpet diharapkan menjadi aksen, pilih karpet yang sesuai fungsi ruang. Karpet pada ruang tidur, misalnya, biasanya karpet ditempatkan di sisi ranjang. Pilih yang berukuran 80cmx150cm.

3. Furnitur. Pengisi ruang ini memiliki ukuran dan warna, yang berpengaruh terhadap ukuran dan warna karpet. Misalnya, untuk ruang keluarga dengan sofa tiga dudukan, gunakan karpet dengan ukuran 170cmx230cm. Untuk ukuran furnitur lebih kecil, pilih yang berukuran 120cmx170cm. Soal warna, pilih yang selaras dengan warna furitur atau sengaja "ditrabrakkan" untuk memberi kesan kontras. Jadi, pilihan warna yang tepat tergantung dari konsep penataan ruang.

Sumber : kompas.com


Alas kaki ini biasa disebut keset. Bentuknya lebih kecil dari karpet. Jika karpet biasanya dipakai di ruang tamu, makan, atau sebagai alas tidur, maka keset biasanya digunakan untuk membersihkan kaki setelah keluar dari kamar mandi atau masuk ke sebuah ruangan.

Kita kerap melupakan benda kecil yang terlihat tidak penting ini. Padahal, keset punya fungsi yang tak bisa diremehkan. Katakan saja, untuk membantu agar tak jatuh terpeleset jika ada air di lantai.

Selain fungsi tadi, keset juga bisa dipakai sebagai interior rumah. Sesuaikan motif keset dengan tema utama rumah Anda, agar keset bisa jadi pemanis ruangan. Untuk kamar anak, misalnya.

Ragam warna dan gambar yang lucu seperti pensil, bola, Princess, atau bunga-bunga sangat pas dipasang di kamar mereka. Sebaliknya, kalau ingin membuat foyer cantik, taruh saja selembar keset bergaya etnik di bawah lemari kecil. Tinggal pasang kaca atau lukisan di atas lemari, maka foyer mungil mun tercipta!

Lain keset, lain juga karpet. Selain lebarnya lebih besar, fungsinya pun lebih beragam. Bisa sebagai alas tidur, duduk, atau bisa dipajang sebagai hiasan dinding. Bahan dasar karpet biasanya serat halus berserabut, bisa serat alami, seperti wol, atau serat sintetis, yang selain bisa menahan dingin juga bersifat meredam suara. Hanya saja kelemahannya karpet mudah sekali terkena debu. Disarankan memakai pendingin ruangan jika ingin memasang karpet.

Sebagai interior rumah, karpet biasanya dipasang di ruang tamu atau keluarga. Bagi rumah minimalis sangat banyak pilihan karpet yang mungil. Tak mesti memasang seluruh ruangan dengan karpet. Cukup dipasang satu buah di bawah kursi. Letakkan meja kecil di atasnya. Tambahkan vas bunga, ruang tamu pun tampil cantik dan indah.

Sumber : kompas.com

Pernah mendengar carpet products atau melihat harga sebuah carpet export (permadani) mencapai 226.875 dolar AS sebuah? Coba bayangkan kalau dikurskan ke nilai rupiah dalam kondisi sekarang. Maka, angka-angka yang didapatkan pun makin berderet-deret. Namun, jangan lantas berkecil hati dan memutuskan untuk urung membeli carpet export. Sebab, harga yang selangit itu adalah harga salah satu karpet termahal di dunia. Karpet termahal ini pernah dipamerkan di Museum Nasional Jakarta tahun 1993 oleh seorang kolektor asal Iran.

Jika harganya bisa menjulang tinggi, tentu karpet ini memiliki banyak keistimewaan. Asal tahu saja, karpet antik yang menggambarkan perjuangan Alexander yang Agung—berdasarkan lukisan Charles Le Brun—itu dibuat tahun 1680! Terbuat dari sutra dan wol berukuran 620 sentimeter x 400 sentimeter. Dan, pembuatnya hanya membuat dua karpet saja. Sebuah lainnya kini menjadi koleksi Museum Nasional Munich di Jerman.

Karpet lain yang tergolong adikarya adalah karpet yang menggambarkan Taman Khesthi. Berukuran 405 sentimeter x 305 sentimeter dan berbahan sutra, karpet yang berasal dari Heriz, Iran Utara, ini selesai dibuat pada abad ke-18. Kelebihan lain yang dimilikinya adalah perpaduan 15 warna yang indah dengan warna utama emas, cokelat, krem, biru tua, biru muda, dan abu-abu.

Persia (kini Iran, red) memang terkenal sebagai pembuat karpet kuno yang bagus. Umumnya, karpet-karpet ini memperlihatkan teknik tenunan Persia dan mengandung nilai seni yang tinggi dari abad ke-15. Karpet sejenis hanya terdapat di Museum Seni Gewerebe Hamburg dan Museum Seni Kerajinan Tangan Frankfurt, Jerman.

Karpet-karpet kuno umumnya dikerjakan dengan tangan dan menggunakan teknik simpul. Karena kebanyakan berasal atau meniru karpet Persia, maka ragam hias karpet bercirikan Islam. Misalnya ada bunga dan daun yang disusun dalam satu tempat (tempayan).

Menurut catatan sejarah, karpet dibuat oleh masyarakat nomaden (masyarakat yang hidupnya berpindah-pindah tempat), terlebih masyarakat berburu. Gambaran yang ditampilkan berkaitan dengan kehidupan keagamaan, kenegaraan, panjang umur, keberuntungan, keselamatan dan kesehatan. Karpet sendiri berdasarkan fungsinya terdiri atas lima jenis fungsi, yakni untuk dinding, lantai, koleksi, dekorasi, dan investasi.

Karpet untuk dinding biasanya berukuran besar. Karpet seperti ini sering digunakan di istana. Pihak istana sering pula menggunakan karpet besar untuk lantai. Sebaliknya karpet kecil digunakan di lantai dan untuk sembahyang.

Di Persia kemahiran membuat karpet sudah ada sekitar abad ke-15. Zaman dulu kebanyakan karpet dibuat oleh para wanita. Sebuah karpet besar bisa menghabiskan waktu pembuatan sekitar tiga tahun. Oleh karena itu, harganya mahal sekali.

Agar bisa menikah, seorang wanita harus mampu membuat karpet. Karpet itulah yang nantinya diberikan kepada calon suami. Tidak heran bila keterampilan itu tetap bertahan sampai sekarang.

sumber : kamissore.blogspot.com
Selama ini banyak orang mengenal karpet hanya sebagai alas penutup lantai atau alas duduk. Padahal, karpet memiliki berbagai manfaat lainnya, lho. Apa saja? Simak uraian menariknya di bawah ini.

- Pencipta suasana pada ruangan. Variasi warna dan motif pada karpet bisa mendukung terwujudnya tema pada ruangan. Contohnya, karpet berwarna lembut dan bermotif floral, bisa menciptakan kesan romantis pada ruangan.

- Sebagai alas furnitur. Dengan adanya karpet sebagai alas, furnitur akan terhindar dari pergeseran langsung dengan lantai. Pergeseran demikian, seringkali menimbulkan "cacat" pada permukaan lantai maupun furnitur Anda.

- Memberikan kenyamanan saat berjalan. Bahan dan tekstur benang atau bulu pada karpet berbeda-beda. Mulai dari yang halus hingga kasar. Perbedaan tersebut bisa memberikan sensasi tersendiri, pada saat menyentuh telapak kaki. Sehingga tercipta kenyamanan bagi orang-orang yang melangkah di atasnya.

- Sebagai peredam kebisingan. Keberadaan karpet bisa berfungsi sebagai peredam suara bising. Baik suara dari radio atau televisi, maupun dari langkah-langkah kaki. Karpet juga bisa meredam kebisingan yang mungkin terdengar antara lantai satu dan dua dalam rumah.

- Menciptakan focal point dengan segera. Dengan meletakkan karpet berwarna berbeda dari warna ruangan, Anda bisa menjadikan karpet sebagai titik perhatian (focal point). Atau Anda juga bisa menempatkan karpet bermotif, jika ruangan Anda didominasi oleh furnitur yang berkesan polos dan datar.

sumber : kompas.com

Banyak orang meletakkan karpet sebagai pemanis lantai. Selain itu, karpet juga dipakai demi alasan kenyamanan. Karpet yang berukuran lebar dan bertekstur empuk, sering ditempatkan pada ruang duduk sebagai alas duduk.

Sebagai elemen interior rumah, karpet biasanya dipasang di ruang tamu atau ruang keluarga. Beberapa jenis karpet juga dipasang pada area area privat dan semipublik. Misalnya dipasang di kamar atau ruang kerja.

Tidak terbatas pada faktor kenyamanan, karpet dapat mendukung terciptanya sebuah konsep suasana ruangan. Ingin tampilan yang lebih alami atau tradisional? Anda bisa memilih karpet dengan warna-warna alam. Seperti cokelat, kuning, atau oranye. Untuk motif, Anda bisa memilih pola-pola konservatif. Seperti garis atau kotak. Motif bunga bisa dipilih untuk membangun kesan romantis.

Fungsi karpet sebagai pembangun suasana tentu tak bisa maksimal jika tidak didukung oleh elemen ruang lainnya. Setiap elemen, mulai dari furnitur, aksesori, warna cat tembok, dan karpet haruslah saling mendukung. Pemilihan desain dan warna setiap elemen itu harus serasi.

Contoh, jika ingin membangun sebuah ruang yang bergaya modern kontemporer, maka gunakan elemen-elemen ruang yang mendukung tema itu. Gunakan karpet bermotif modern. Pilihan warnanya dapat disesuaikan dengan warna sofa atau warna ruang. Namun, jika karpet ingin digunakan sebagai ornamen, pilih karpet yang berwarna dan bagus kontrasnya sehingga akan menimbulkan kesan atraktif dan menarik.

sumber : kompas.com

Selain kenyamanan, menghadirkan karpet sebagai elemen dekorasi dalam hunian adalah untuk memberi sentuhan yang lebih fashionable pada ruangan. Bahan, desain dan warna, serta bentuk karpet menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin menggunakannya.

Bahan
Bahan dari serat sutra merupakan yang paling halus, tampilannya pun paling "wah". Dua hal itu menjadikan bahan karpet ini tergolong paling mahal di antara empat jenis bahan pembuat karpet lainnya, seperti wol, nilon, polipropeline, dan kulit. Saking mahal dan indahnya, karpet sutra semata dijadikan aksen dan kerap hanya ditempatkan di ruang-ruang tertentu.

Bahan karpet "nomor dua" adalah wol. Serat wol terbilang umum digunakan sebagai bahan pembuat karpet. Warnanya cerah dan begitu nyaman dipijak karena permukaannya halus lembut meski tak selembut sutra.

Tetapi, perkembangan penggunaan serat nilon saat ini bisa dikatakan melebihi wol. Nilon lebih bagus dilihat dari sisi kualitasnya. Lebih tahan panas, warnanya pun cenderung lebih menonjol, serta mudah dibersihkan dari noda atau kotoran. Sebaliknya, wol lebih sulit dibersihkan dan harganya jauh lebih mahal, apalagi sutra.

Desain atau motif
Motif klasik biasanya ditempa oleh banyaknya hiasan, seperti karpet persia contohnya. Lain halnya dengan motif modern, yang terlihat lebih sederhana dan kerap sebagai perpaduan garis dan warna yang lebih tegas.

Namun untuk Anda yang menyukai pola-pola konservatif, motif garis atau kotak tentu cocok. Sementara untuk meraih suasana romantis, pilihan motif bunga sangat tepat.

Warna
Warna karpet tentu harus seirama dengan warna dinding ruangan dan interior lain di sekitarnya. Warna-warna kontras bernuansa modern kontemporer, misalnya, cocok digunakan untuk menyesuaikan dengan berwarna netral atau cenderung berdekorasi simpel.

Memang, jika berniat mengedepankan karpet sebagai elemen penarik perhatian, warna-warna kontras tentu sesuai dengan tujuan Anda. Sementara itu, karpet dengan warna-warna alam, seperti coklat, kuning, atau oranye bisa mewakili keinginan Anda menampilkan nuansa tradisional.

Bentuk dan ukuran
Tak ubahnya dengan interior lain, bentuk dan ukuran karpet pun harus disesuaikan dengan space yang ada di ruangan. Hindari gelaran karpet menabrak dinding dan menimbulkan lipatan lantaran besarnya karpet melebihi luas area.

Tidak hanya itu, kadang kita juga lupa terhadap lantai atau flooring yang akan digelari dengan karpet. Untuk lantai bermotif, sebaiknya tidak menggunakan karpet bermotif, cukup polos saja.

sumber : kompas.com
Fungsi karpet dalam ruangan tidak hanya sebagai penutup lantai. Banyak peran lain di balik fungsi utamanya, seperti sebagai pencipta suasana dalam ruangan. Motif karpet dapat menjadi focal point (titik perhatian) ruangan, menambah aksen, dan tema ruangan.

Karpet pun juga berfungsi sebagai alas furnitur, sehingga tidak langsung merusak permukaan lantai. Dan, fungsi lainnya ialah mampu membuat rasa nyaman saat kita berjalan. Menilik dari fungsinya yang beragam, tentu karpet harus mendapat perhatian khusus dalam menata dan merawatnya.

Corak dan ukuran karpet harus disesuaikan dengan ukuran ruangan. Jangan memilih karpet bercorak besar-besar dan bermotif padat untuk ditempatkan di ruangan kecil, karena akan membuat ruangan akan tampak sempit.

Sebelum memesan atau membeli karpet, pastikan ukuran karpet disesuaikan dengan luas ruangan clan ukuran furnitur, supaya mendapat ukuran yang proposional. Contohnya, apabila luas ruangan keluarga berukuran 4 m x 5 m, Anda dapat menggunakan karpet dengan ukuran 160 cm x 240 cm. Sebelum karpet baru dikirim ke rumah, ada baiknya Anda meminta toko karpet untuk membersihkan atau mengisap debu karpet tersebut.

Setelah karpet dikirim ke rumah, sebaiknya Anda harus memperhatikan peletakan karpet tersebut. Pada saat memasang karpet, terutama untuk karpet yang melapisi seluruh ruangan, usahakan agar ventilasi betul-betul baik, clan kalau perlu buka pintu clan seluruh jendela.

Mengubah posisi karpet dalam 2-3 bulan sekali penting untuk dilakukan. Pasalnya, karpet yang terkena langsung sinar matahari dari jendela dan pintu, warnanya akan cepat memudar.

Selain masalah peletakan, cara merawat karpet pun harus diperhatikan sebab bulu-bulu karpet dapat menjadi sarang debu dan juga kutu. Membersihkan karpet harus rutin dilakukan dan metode ini pun dapat diklasifikasikan ke dua jenis, perawatan ringan dan berat.

Untuk perawatan ringan disarankan dilakukan seminggu sekali. Namun, apabila di lingkungan rumah banyak debu, dilakukan seminggu dua kali. Perawatan ringan bisa memakai vacuum cleaner untuk menghisap debu, dan untuk merontokan debu pada karpet dapat dipukul-pukul dengan sapu lidi.

Perawatan berat dilakukan minimal enam bulan sekali, dengan membawa karpet Anda ke laundry untuk dicuci. Anda pun juga clapat melakukan pencucian di rumah dengan memakai sabun khusus untuk karpet. Setelah dicuci dan disikat, karpet harus dijemur sampai kering, dan memakai vacuum cleaner sebelum dipakai kembali.

Dengan menata dan merawat secara rutin, karpet Anda akan tetap tampak apik dan mampu berperan untuk menambah aksen ruangan Anda.

sumber : kompas.com

Online Support

Online Support 1
Online Support 2

Karpet Tile / Lantai

Karpet Permadani

Karpet Meteran

Alexa Ranks

Blog Archive

Popular Posts