Showing posts with label Perawatan Karpet. Show all posts
Showing posts with label Perawatan Karpet. Show all posts
Mengapa karpet merupakan salah satu pilihan yang sangat disukai orang untuk melapisi lantainya ? Karena terlihat indah, permukaan lantai yang lembut, dan mudah dalam pemasangan. Tetapi masalahnya adalah karpet memerlukan cukup waktu didalam pemeliharaan untuk selalu terlihat cantik dan bersih. Setiap kali Anda menginjak karpet, Anda memasukan kotoran / debu ke dalam serat. Kotoran didalam serat karpet dapat bersifat abrasif, seperti amplas, dan menyebabkan serat dapat aus lebih cepat. Karena itu, karpet yang bersih cenderung lebih awet umurnya ketimbang karpet yang kotor karena jarang dibersihkan.

Anda Tinggal Pilih untuk preventivenya, preventive sendiri atau menggunakan jasa profesional untuk membersihkan karpet. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Menyewa jasa pembersih karpet adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan menggunakan peralatan terbaik dan solusi terbaik. jasa pembersihan Karpet juga mahir dalam perbaikan karpet jika didalam pengecekan ada kerusakan pada karpet.

Sementara itu, metode preventive sendiri sudah pasti mengurangi biaya, tetapi kekurangannya adalah biasanya tidak semua karpet dibersihkan meskipun Anda menyewa peralatan yang sama seperti yang digunakan jasa pembersih karpet, kecuali Anda memiliki beberapa pengalaman untuk mengoperasikan alat tersebut, akan sulit untuk mendapatkan hasil yang sama. Selain itu, Anda harus membawa peralatan besar tersebut ke rumah Anda, dan kemudian mengembalikan alat tersebut!

Masalah yang lebih besar adalah bahwa metode preventive sendiri (tanpa pengalaman) memungkinkan malah merusak karpet Anda. Tiga cara yang paling umum jika melakukan preventive sendiri adalah :
1. Hindari pemakaian foam/deterjen berlebihan
2. Hindari pemberian air yang berlebih
3. Pastikan karpet benar-benar kering setelah preventive

Ingat tiga aturan berikut, agar karpet seperti baru lagi :

Vacuum teratur: Vakum secara teratur dan kontinu. Pengujian telah menunjukkan biasanya dibutuhkan tujuh jam lebih dengan vacuum cleaner untuk membersihkan semua kotoran keluar dari karpet. Agar efektif, vacuum cleaner harus memiliki daya hisap kuat dan memiliki semacam vibrator untuk melepaskan kotoran dari karpet.

Hilangkan noda segera: Faktor yang paling penting berikutnya dalam perawatan karpet yang baik adalah untuk membersihkan noda secepat mungkin. Semakin lama noda duduk di sana, semakin sulit untuk menghapus. Pastikan Anda menggunakan bahan pembersih yang tepat untuk menghindari situasi lebih buruk.

Bersihkan karpet Anda secara teratur: Yang paling penting yang harus Anda lakukan untuk karpet selalu bersih dan untuk memperpanjang hidup karpet adalah membersihkanya secara teratur baik dengan menyewa peralatan ataupun membeli peralatan sendiri. Bersihkan karpet setidaknya sekali setiap 12 sampai 18 bulan, dan bahkan lebih jika Anda memiliki rumah besar dengan banyaknya lalu lalang pejalan kaki yang melintasi karpet tersebut. Dan juga harus membersihkan dengan segera setiap ada kotoran yang jelas terlihat, ketika ada renovasi rumah atau setelah hari libur panjang. Semakin cepat Anda membersihkan kotoran, semakin baik.

Bulu-bulu karpet dapat menjadi tempat persembunyian debu dan kutu. Agar itu tak terjadi, rajin-rajinlah membersihkan karpet.

Minimal lakukan perawatan ringan seminggu sekali. Jika lingkungan banyak debu, maka pembersihan dilakukan minimal seminggu dua kali. Perawatan berat dapat dilakukan enam bulan sekali.

Perawatan ringan:
- Bersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Isap debu pada seluruh permukaan dan dasar karpet.
- Untuk membantu mengeluarkan debu yang tersembunyi, sambil menyedot debu, pukul-pukul permukaan karpet dengan sapu lidi.
- Jika ada noda kotoran atau makanan menempel, bersihkan menggunakan sabun/deterjen dan spons lembap. Setelah itu keringkan.

Perawatan berat:
- Angkat karpet dan gantung di tempat jemuran. Pukul-pukul karpet dengan sapu lidi untuk merontokkan debu. Lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.
- Angkat karpet dan lakukan proses pengeringan (dry clean). Gunakan sabun khusus karpet, kemudian sikat seluruh permukaan karpet hingga kotoran di dasar terangkat ke permukaan.
- Tunggu atau jemur hingga kering. Setelah itu, lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.
- Jemur lagi karpet sebelum menyimpan atau menatanya kembali.

Sumber : Kompas.com

Karpet memang membutuhkan perhatian lebih banyak dibandingkan dengan ubin biasa, tetapi tidak berarti sangat sulit dibersihkan. Di bawah ini adalah cara-cara membersihkan karpet yang bisa Anda lakukan:

1. Sebaiknya pindahkan dulu perabotan-perabotan yang ada.

2. Di ruangan-ruangan yang banyak dilalui orang, semprotkan sedikit cairan deterjen terlebih dahulu. Ini akan membantu membersihkan kotoran di dasar karpet.

3. Gunakan penyedot debu. Mulailah dari satu pojok dengan berjalan mundur, kemudian berpindah ke bagian lain. Jangan membersihkan secara berpindah-pindah.

4. Sedot debu secara cermat dan menyeluruh. Jika lapisan karpet bisa dibuka, sedot juga bagian baliknya.

5. Setelah dibersihkan, ulangi penyedotan debu sekali lagi. Lantai dan karpet akan lebih bersih dan terasa nyaman.

6. Jangan menggunakan pemutih untuk menghilangkan kotoran dari karpet wol.

(Tassia Sipahutar/Majalah Sekar)

Sebagai salah satu elemen dekoratif, karpet kadang sering terabaikan. Kehadirannya hanya dimanfaatkan sebagai percantikan ruang saja, tanpa memerhatikan perawatannya.

Padahal, jika tidak rutin dirawat, kesan cantik pada aksesori penutup lantai ini lama kelamaan bisa pudar dan noda yang menumpuk bisa menimbulkan berbagai penyakit pernafasan. Tak jarang juga, karpet menjadi tempat berkembangnya kutu busuk.

Karpet jenis apapun sebaiknya rutin dibersihkan. Merawatnya tidak repot kok. Yuk mari simak beberapa tips seputar perawatan karpet berikut ini.

Letakkan karpet pada ruang yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Hal itu untuk menghindari cepat memudarnya warna karpet.

Jika sudah terlanjur pudar, taburi karpet dengan garam dapur sebanyak mungkin. Diamkan sekitar 1 jam, lalu sedot dengan vacuum cleaner . Cara itu cukup ampuh untuk membuat warna karpet “hidup” lagi.

Bersihkan dan sedot debu menggunakan vacuum cleaner minimal tiga minggu sekali agar kotoran tidak menumpuk.

Jika karpet terkena tumpahan noda, segera tekan bagian yang terkena noda dengan menggunakan lap basah. Hal itu berguna untuk mengangkat noda kotor dan membuat tumpahan cepat kering.

Ubah posisi karpet tiga bulan sekali, agar posisi karpet yang sering terinjak kaki bisa sering berganti.

Jika anda tak sempat mencuci karpet, taburkan saja soda kue ke permukaan karpet. Biarkan kurang lebih 1 jam, lalu sedot dengan vacuum cleaner agar tampilannya sedikit kinclong.

Mudah kan? Cara tersebut bisa anda lakukan sehari-hari tanpa memerlukan bantuan jasa pencuci. Selain kualitas karpet terjaga, kebersihannya juga aman bagi kesehatan penghuni rumah

sumber : ideaonline.com

Ada dua metode utama membersihkan karpet, yaitu : dry cleaning dan ekstraksi dengan air panas. Konsultasikan dengan perusahaan atau jasa pembersih karpet untuk menentukan metode apa yang terbaik untuk membersihkan jenis karpet Anda. Beberapa merek karpet juga dapat merekomendasikan metode terbaik tersebut saat anda membeli.

Dry Cleaning

ada tiga cara dry cleaning dengan menggunakan larutan pembersih kimia untuk ekstrak kotoran :
Dry Foam : Tuangkan Foam Shampo pada karpet Anda, dibiarkan sedikit kering, kemudian sedot debu yang menempel pada foam tersebut.
Cara ini terbilang efektif hanya untuk mengangkat debu / kotoran ringan. Kotoran yang sedikit berat dan menempel, juga noda maupun bau tidak maksimal terangkat / dibersihkan dengan cara tersebut. Biayapun lumayan mahal karena menghabiskan banyak foam shampo.
Dry Chemical : Cairan cemical pembersih dituangkan pada karpet, gunakan mesin extractor sehingga debu menempel pada bonnet (kap kain) yang berputar. Setelah kap kain (bonnet) sudah jenuh dengan kotoran, lakukan penggantian terus menerus sampai kap kain (bonnet) terakhir tampak tidak ada lagi kotoran (lebih bersih dari sebelumnya).
Cara tersebut sangat efektif untuk mengangkat debu/kotoran ringan maupun sedikit berat. Tetapi perlu adanya spare part bonnet untuk sekali pembersihan karpet, sehingga perlu ekstra dana saat pembelian mesin extractor beserta bonnet nya.
Dry Compound : cemical menyerupai serbuk penyerap disebar di karpet, kemudian karpet di siram dengan sedikit air (hanya diciprati - bukan di siram secara langsung) agar serbut cemical sedikit basah. Gunakan penyikat karpet agar kotoran debu tercampur dan menempel pada cemical. Ketika cemical mengering, sedot dengan mesin penyedot debu untuk mengangkat chemical yang tercampur dengan debu/kotoran tersebut.

Ekstraksi Air Panas

Metode pembersihan karpet lainnya yaitu dengan penguapan. Ekstraksi air panas dan campuran larutan pembersih dengan tekanan suhu yang tinggi mengakibatkan debu dan kotoran mudah terangkat, sehingga mudah saat penyedotan. 2 macam mesin extraksi :
Portable Ekstraksi : mesin kecil dengan menggunakan air panas. Menggunakan sumber listrik di rumah. Biasanya disewakan kepada do-it-yourselfers, beberapa jasa profesional juga menggunakan unit portabel.
Truck Mounted Ekstraksi : ini menggunakan mesin pembersihan besar dipasang pada truk atau van. Air dipanaskan ke suhu yang lebih tinggi dan menembak ke karpet dengan kecepatan yang lebih tinggi .

Perawatan periodik sangat dibutuhkan untuk menjaga karpet tetap indah, dengan panduan sebagai berikut :

Setelah Karpet Anda baru di install
Karpet harus selalu disedot untuk menghilangkan serat yang lepas/putus dipermukaan. Jika sepotong serat karpet berdiri di atas permukaan, cukup digunting sampai juntai berikutnya. Jangan dicabut.
Jika ada sedikit bau dari karpet, buka jendela dan pintu untuk ventilasi ruangan dan bau biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Menghisap debu secara periodik
Hal ini akan membantu untuk menghindari penumpukan kotoran di karpet Anda.

Keset
Keset harus digunakan pada semua pintu masuk ke rumah Anda untuk membantu menghilangkan kotoran dan kelembaban pada kaki / alas kaki Anda. Ingatlah untuk membersihkan keset Anda secara teratur!

Pindah Furniture
Jika memungkinkan, pindahkan perabotan secara berkala untuk menghindari lekukan / bekas pada karpet. Penggunaan pelindung kaki perabotan seperti kardus juga diperlukan ketika memindahkan perabotan untuk mencegah kerusakan pada karpet.

Kita sering kali menumpahkan minuman atau makanan ke lantai. Bila hanya sekedar lantai, membersihkannya sangat mudah. Tapi yang sulit, jika kotoran itu tumpah di karpet. Bisa dibayangkan bagaimana susahnya membersihkannya. Apalagi yang tumpah adalah kopi. Noda kopi termasuk noda yang sulit untuk dihilangkan. Tetapi kini tidak lagi.

Bila karpet Anda terkena noda kopi, yang harus Anda lakukan adalah pertama-tama hisap sebanyak mungkin kopi yang tumpah dengan serbet. Kemudian semprotkan cuka (75 ml cuka ditambahkan pada 150 ml air) pada daerah yang terkena kopi. Hisap sisa cairan dengan lap bila terlalu basah. Bubuhkan sedikit campuran deterjen cair (dengan mencampurkan 1 sendok teh sabun pencuci piring cair dengan 1 liter air). Tekan-tekanlah daerah yang terkena noda kopi, sampai warna kopi memudar. Basuhlah dengan air menggunakan botol semprot, lalu tekan-tekan dengan lap kering. Letakkan beberapa lembar kain dan tindih dengan benda-benda berat. Biarkan semalaman sampai kering. Semoga tip ini berguna untuk Anda semua.

Jika Anda gelisah hanya memikirkan bagaimana membersihkan tumpahkan segelas anggur merah di karpet, jangan panik. Karbonasi di soda bekerja dengan ajaib dalam mengangkat noda, dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja manual. Jika noda segar, pertama-tama keringkan daerah tersebut dengan menggunakan kain yang bersih dan kering untuk menyerapnya. Selanjutnya, gunakan sedikit soda pada noda dan biarkan mendesis selama 15 sampai 25 menit. Kemudian dengan lembut keringkan daerah tersebut dengan spons basah dan menyerap kelebihan cairan dengan kain yang bersih dan kering.

sumber : mojokertocyber.com & karduskubus.com
Berikut adalah trik membersihkan dua jenis noda pada karpet.

1. Noda tetesan lilin.
Caranya sangat gampang. Cukup ambil sehelai kertas sampul yang berwarna coklat (kertas kopi), lalu tutupkan pada bagian karpet yang terkena lilin tersebut.
Letakkan setrika panas di atasnya selama beberapa menit, lalu angkat kertas tersebut. Hasilnya, lilin akan meleleh dan diserap oleh kertas bagian karpet yang ternoda tetesan lilin kembali bersih.

2. Bau pesing akibat ompol.
Caranya, bentangkan karpet pada kedua sisi lebarnya sehingga menggantung (tidak menempel di tanah). Kemudian siramkan air panas (boleh yang mendidih) pada bagian karpet yang terkena noda kencing atau ompol. Niscaya bau pesing akan lenyap dengan seketika. Boleh juga Anda menggunakan kain seperti handuk/katun. Siram dulu kain tersebut dengan air panas yang dicampur sedikit sabun, lalu gosok berulang hingga bersih.

sumber : tabloidrumah.com

Merapikan rumah menjadi agenda yang wajib dilakukan. Semakin lama menunda kegiatan ini, makin bertumpuk pula debu dan kotoran yang melekat pada perabot rumah tangga, karpet contohnya.
Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu yang menempel di karpet. Bersihkan minimal dua hari sekali agar kotoran tidak sulit dibersihkan

Sebagai salah satu elemen dekoratif yang sering dijumpai di ruang tamu atau ruang keluarga, karpet tergolong perabot yang mudah kotor. Wajar saja, hilir mudik orang yang berganti menginjaknya membuat karpet mudah kotor dan terkadang bau tak sedap pun muncul. Kalau sudah begini, segera bersihkan karpet. Kotoran yang menumpuk menyulitkan kita untuk membersihkannya.

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah sederhana yang dapat anda lakukan segera agar karpet kembali bersih.

Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu yang menempel di karpet. Bersihkan minimal dua hari sekali agar kotoran tidak sulit dibersihkan. Jika noda masih sulit dibersihkan, artinya saatnya anda mencuci karpet. Kalau tidak mau repot, gunakan saja jasa dry cleaning untuk membantu membersihkannya.

Ubah posisi karpet minimal sebulan sekali. Tukar bagian karpet yang jarang dilalui orang, supaya warna karpet tidak belang dan dapat dibersihkan secara merata.

Usahakan posisi karpet tidak terkena cahaya matahari langsung. Pancaran sinarnya menyebabkan warna karpet mudah pudar. Atur sedemikian rupa agar posisi karpet “tersembunyi”.

Untuk menghilangkan bau apek atau bau tak sedap lainnya, cobalah menaburkan bubuk baking soda di atas permukaan karpet. Setelah 30 menit, bersihkan bubuk tersebut dengan vacuum cleaner . Baking soda dipercaya dapat menghilangkan bau tak sedap pada karpet.

Membersihkan karpet ternyata sangatlah mudah. Yang penting rajin-rajin lah membersihkannya, kotoran yang menumpuk malah menyulitkan anda untuk merawatnya. Jadi jangan tunda membersihkan karpet atau perabot rumah lainnya, apalagi setelah rumah anda ramai dikunjungi oleh para tamu.

sumber : kontan.co.id
Rumah Anda dilengkapi dengan karpet handmade yang mahal. Masalahnya, karpet tersebut terkena noda atau cairan yang menempel dan mengikat seratnya. Bagaimana harus membersihkan karpet ini? Di-laundry atau di-dry clean tidak akan menjamin karpet kembali bersih seperti sedia kala. Berikut adalah cara mencuci karpet kesayangan Anda.

Cairan pembersih:
1. Larutan detergen: Campurkan 1/4 sendok teh sabun cair non warna (contohnya gel pencuci piring) dengan 1 cangkir air hangat.
2. Larutan cuka: Campurkan satu cangkir cuka dengan dua cangkir air hangat.
3. Larutan pelembut atau pemutih: Gunakan cairan pemutih atau cairan pembersih cat kuku yang tidak mengandung aseton.

* Mencuci karpet dari serat alami (tumbuhan)
Tuang cairan pembersih ke dalam botol spray dan semprotkan sedikit demi sedikit ke bagian yang bernoda.

Cairan pembersih:
1. Larutan detergen: Campurkan 1 sendok teh gel atau cairan pembersih non warna dalam 1 cangkir air hangat.
2. Larutan asam: Campur 1/4 cangkir cuka dengan 1/4 air (suhu nornal).
3. Larutan amonia: Campur satu sendok teh cairan amonia (larutan kimia) dengan 1/2 cangkir air hangat.
4. Larutan pemutih: Gunakan cairan pemutih atau cairan pembersih cat kuku yang tidak mengandung aseton.

Hindari mencuci karpet secara keseluruhan, sebab noda bisa menyebar ke bagian karpet lainnya.

sumber : kompas.com

Online Support

Online Support 1
Online Support 2

Karpet Tile / Lantai

Karpet Permadani

Karpet Meteran

Alexa Ranks

Blog Archive

Popular Posts